Peletakan batu pertama Jalan lingkar alternatif di Kecamatan Silahisabungan
![]() |
| Foto Bersama Pemerintah Kabupaten Dairi, Pemerintah Desa, TNI/POLRI dan Raja Turpuk dalam rangka Peletakan batu pertama pembukaan Jalan lingkar Desa Silalahi I - Desa Silalahi III (09/09 2026) |
VISIT
SILAHISABUNGAN. Pemerintah Kabupaten Dairi bersama TNI dan masyarakat
melaksanakan Karya Bakti TNI berupa pembukaan jalan lingkar/alternatif yang
menghubungkan Desa Silalahi I dengan Desa Silalahi III, Kecamatan
Silahisabungan, Kabupaten Dairi, Rabu (9/9/2026).
Pembukaan jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut melintasi kawasan lahan pertanian masyarakat. Kehadiran akses baru ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mempermudah pengangkutan hasil pertanian, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan pengembangan destinasi wisata baru di Kecamatan Silahisabungan.
Kegiatan
diawali dengan ritual adat yang dilaksanakan oleh Raja-Raja Turpuk
Silahisabungan. Ritual tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap adat dan
budaya setempat sekaligus doa dan harapan agar pelaksanaan Karya Bakti TNI
berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Baca Juga :
- Pencegahan Karhutla : Camat, TNI POLRI & Maggala Agni Gerak Cepat
- Diseminasi Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara melaluiPemanfaatan Digital Marketing
Kegiatan
tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Dairi Surung Charles Bantjin,
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, perwakilan Dandim 0206/Dairi, Camat
Silahisabungan, Danramil, Kapolsek, para Kepala Desa Se-Kecamatan Silahisabungan,
Raja-Raja Turpuk, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.
Selain pembukaan jalan, kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Dairi dan TNI. MoU tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas dan kerja sama dalam mendukung pembangunan serta pelaksanaan Karya Bakti TNI di Kabupaten Dairi.
Sekda
Kabupaten Dairi, Surung Charles Bantjin, menyampaikan apresiasi kepada TNI dan
seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya,
pembukaan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya
menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga berpotensi
menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
“Jalan ini kita harapkan bukan hanya menjadi jalan alternatif. Karena jalurnya melintasi kawasan pertanian, kita berharap akses ini dapat memperlancar aktivitas masyarakat dan hasil pertanian. Ke depan, kita juga berharap dapat muncul spot - spot wisata baru di sepanjang jalan yang bisa dikembangkan oleh masyarakat,” ujar Surung Charles Bantjin.
Baca Juga :
- Semangat Kemerdekaan Membara di Silahisabungan: HUT RI ke-81Jadi Momentum Mempererat Persatuan dan Membangun Generasi
- Semarak HUT RI ke-81, Kecamatan Silahisabungan Bergemuruhdengan Beragam Perlombaan
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan personel TNI yang melaksanakan Karya Bakti di lapangan.
“Ini adalah kegiatan untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, mari kita dukung bersama. Jalin komunikasi yang baik dengan personel TNI di lapangan. Kalau ada persoalan atau kendala, mari kita bicarakan dan selesaikan bersama, sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang maksimal,” pesannya.
Surung
Charles Bantjin juga mengingatkan masyarakat agar menjaga suasana tetap
kondusif selama proses pengerjaan berlangsung. Setelah jalan selesai dibuka,
masyarakat diharapkan ikut menjaga dan memelihara jalan tersebut agar
manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Menurutnya,
keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan
pelaksana kegiatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi serta rasa memiliki
dari masyarakat.
Keterlibatan
Raja-Raja Turpuk Silahisabungan dalam mengawali kegiatan melalui ritual adat
juga menjadi bagian penting dari momentum tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa
pembangunan di Kecamatan Silahisabungan dapat berjalan beriringan dengan
pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal.
